Mau Jadi TEMPAT SINGGAH sampai kapan ??? – (Diambil dari twit @felixsiauw )

01. selalu ada pertanyaan, mengapa sibuk dengan #UdahPutusinAja dan bukan #UdahNikahinAja? | dan beginilah ceritanya🙂
02. #UdahPutusinAja memang lebih tepat bagi kondisi masa kini | karena yang berpacaran niatnya memang bukan menikah
03. bilapun yg berpacar niat menikah | niat itu baru sempurna biasanya ketika sudah terlewat batas yang seharusnya dijaga
04. dan mengapa bukan #UdahNikahinAja? | j

uga menjadi masalahnya, yang menyimak TL justru kebanyakan SMP, SMS, yg memang blm siap
05. maka bicarakan #UdahNikahinAja pada yg belum siap (belum mampu) sama saja masalah baru | #UdahPutusinAja agaknya lebih cocok🙂
06. kami buat #UdahPutusinAja bukan iseng, kami tahu persis apa yg dihasilkan aktivitas pacaran | merugikan 100%, khususnya buat Muslimah
07. coba pikirkan, masih berbaju putih-biru putih-abu2, bicara tentang cinta? | apa yg mau dibicarakan bila uang masih menadah?
08. “aku sayang sama kamu, aku niat menikahimu sehabis kuliah” | perkataan ini dilisankan anak SMA? apa artinya? | “duka nestapa tahunan”
09. “aku serius! ku datangi bapakmu bila aku telah siap” | begini model pernyataan indefinitif hobinya pria, serius tapi nggak siap? LOL
10. perlu pula diketahui, bila anak SMP-SMA berpacaran hanya untuk fun sementara | kondisi ini tak berbeda bila dilakukan oleh yg dewasa
11. karena niat awal berpacaran tiada pernah untuk serius menikah | jika memang serius menikah, lelaki datangi ayahnya, bukan putrinya
12. coba saja, saat lelaki nyatakan cinta padamu, tanyakan “bila kuterima, siap bulan depan kita menikah?” | dan perhatikan jawabnya😀
13. “EHM, ehm, kita jalani dulu aja” “UHUK, uhuk, kita bicarakan nanti aja” | kembali frase indefinitif kesukaan lelaki, tanpa komitmen
14. hubungan tanpa komitmen hanya lahirkan rasa sakit | perasaanmu memang melambung tinggi, tapi hanya untuk dihempas mati
15. saat bersama bahagia terbersit “apakah ini akan berlanjut atau besok jadi kenangan pahit?” | tidak ada jaminan dalam ketidakpastian
16. pacaran, adalah bentuk komitmen paling rendah, bahkan minus komitmen | esok-esok semua kemungkinan bisa terjadi
17. lelaki diciptakan fitrah mengembara, takkan bisa tertambat hatinya tanpa menikah karena Allah | mau hanya jadi tempat singgah?
18. mau tau apa yang terjadi pada tempat singgah? lihat rest area | lelaki mampir makan, mampir buang hajat, mampir, mampir, mampir
19. mampir ke tempat singgah tidak perlu komitmen, beli rumah perlu komitmen | itulah mengapa lelaki lebih rindu rumah dari tempat singgah
20. Muslimah pilih mana? jadi tempat singgah atau jadi rumah perhentian? | your life is your choice, choose well my dear..🙂
21. #UdahPutusinAja, jgn jadi tempat singgah, jadi tempat mampir bila perlu dan ditinggal bila mau | engkau lebih berharga dari sekedar itu
22. jangan jadi barang yang “pecah berarti membeli” | tapi lantas dipecahin sama yang nggak mampu beli
23. jadilah Muslimah sejati, dimana engkau harus dibeli sebelum dilihat dan dirayu | dan pastikan yang punya komitmen menghampirimu🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s